"Mulai sekarang stop kekerasan anak jangan ada lagi yang nyintreuk anak. Mulai saat ini bahkan melototin anak pun jangan dilakukan lagi," pinta gubernur dalam sambutannya di acara Hari Anak Nasional di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (30/7/2009). Sontak ucapan gubernur ini mendapat tepuk tangan meriah dari anak-anak yang hadir.
Menurutnya anak-anak harus diselamatkan dari kekerasan demi keselamatan bangsa ke depan. Anak harus memperoleh hak-haknya seperti disayangi, dicintai, dimengerti dan didengar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
yang ada hubungan dengannya dan diberi kebebasan berkespresi," tuturnya seperti dalam rilis yang diterima detikbandung.
Dalam acara ini, seluruh pengisi acara ini mulai dari penyambutan, MC, sampai pembaca doa semua diperankan oleh anak-anak. Bahkan pembaca kitab suci Al Qurโan juga dilakukan oleh salah satu siswi tuna netra dari SLB Pajajaran dengan menggunakan Al Qurโan Braile.
Tampak anak-anak berkebutuhan khusus seperti tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita dan lainnya juga hadir. Bahkan mereka memukau para hadirin dengan atraksi seninya seperti menari dan bermain angklung.
(ern/bbp)











































