"Ruang Flamboyan sudah lama kosong, di IC juga hari ini tidak ada yang dirawat," ujar Anggota Tim Penanganan Infeksi Khusus RSHS, dr Primal Sudjana, Rabu (29/7/2009).
Dikatakan Primal, sebetulnya flu babi tidaklah berbeda dengan flu biasa pada umumnya. Yang berbeda hanyalah asal virus tersebut dan penyebarannya yang lebih cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Primal, berdasarkan laporan WHO dari 163 negara di dunia, 160 negara telah dinyatakan positif terjangkit virus tersebut.
"Bahkan di luar negeri itu kalau ada yang flu langsung dikasih tamiflu, kalau di kita kan tidak, karena tidak dijual bebas di pasaran. jadi yang diberi adalah yang suspect dan positif," terangnya.
Menurut Primal, yang perlu dicegah dalam kasus flu babi adalah penyebarannya yang cepat serta antisipasi virus tersebut agar tidak bermutasi dengan virus lainnya, hingga menghasilkan virus yang lebih mematikan. "Kita harus meminimalisir penggabungan virus yang daya sebar dan daya bunuhnya lebih tinggi," ujarnya.
Caranya yaitu dengan meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat agar dapat menjaga diri saat sedang flu. "Seharusnya semua yg flu pakai masker, tapi kalau di kita kan budaya seperti itu belum ada," jelasnya.
(ahy/ern)











































