Menurut Direktur Eksekutif Walhi Jabar Muhammad Hendarsyah yang akrab disapa Ogi, indikator penilaian penghargaan yang diberikan itu dinilai tidak jelas.
"Kalau dilihat dari jumlah kendaraan di Kota Bandung yang banyak, sehingga menimbulkan polusi, maka Kota Bandung tidak layak dapat penghargaan itu (Langit Biru, red)," kata Ogi saat dihubungi detikbandung melalui telepon selularnya, Rabu (29/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itu saya bingung. Itukan (terminal, red) tempat-tempat yang berpolusi, tapi kok bisa dapat penghargaan. Kalau di Jalan Diponegoro sih itu kan memang sejuk," ujarnya.
Saran Ogi, sebaiknya pemerintah melihat beberapa penelitian terbaru yang menunjukan kondisi udara di Kota Bandung itu buruk. "Banyak penelitian dari Lapan tentang kondisi kendaraan Kota Bandung seperti apa, dari ITB juga ada penelitiannya. Seharusnya pemerintah melihat ke sana," tegasnya.
Menurutnya selama ini Pemkot Bandung hanya gembar-gembor di media saja mengenai uji emisi dan penanaman pohon. "Kita mana tahu hasil usaha pemerintah itu, jika pemerintah tidak pernah memberikan rapor sejauh mana usahanya," ujarnya.
Seharusnya, kata Ogi, penghargaan itu tidak hanya jadi kebanggaan wali kota saja. "Tapi masyarakat juga bisa ikut bangga kalau Pemkot Bandung benar-benar berusaha menjadikan Kota Bandung yang bebas polusi," terangnya.
(avi/bbp)











































