Seperti yang dituturkan Lerian, siswi kelas XI SMAN 21 Bandung ini merasa sistem moving class yang baru diterapkan belum memiliki dampak positif.
"Sejauh ini saya lihat sih moving class lebih banyak ruginya daripada untungnya. Setiap ganti jam pelajaran harus pindah kan capek sudah gitu masih harus bawa tas yang berat pula," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapat berbeda dituturkan oleh Insan Pamela, siswa kelas XII ini mengeluhkan sistem baru ini membuat sistem pembelajaran jadi tidak efektif karena keburu lelah pindah-pindah kelas.
"Lumayan, sehari bisa sampai empat atau lima kali pindah kelas, bagi yang kelas X atau kelas XI sih mungkin masih oke, nah kita yang udah kelas XII yang harusnya giat-giatnya mengejar UN dan SNMPTN malah sudah dibuat lelah dengan moving class," ujar Insan.
Namun begitu Insan merasa ada dampak positif dari moving class yaitu jarangnya ada jam kosong dan bisa mendapat suasana yang baru dari kelas yang berbeda.
Bagi Insan maupun Lerian, keduanya ingin sistem kelas dikembalikan seperti semula, namun mereka tidak memaksakan kehendaknya. "Kita sih ingin kembali seperti dulu, tapi kalau sudah kebijakan mau bagaimana lagi," tutur mereka.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (dip/lom)











































