SMAN 21 Bandung mulai tahun ajaran baru 2009 ini memberlakukan sistem moving class atau berpindah kelas setiap ganti pelajaran. Sekolah Standar Nasional (SSN) ini menerapkan moving class sebagai salah satu bentuk persiapan menuju Sistem Kredit Semester (SKS) yang akan diterapkan mulai tahun depan.
"Sengaja kami terapkan moving class mulai tahun ini. Soalnya kami ingin melakukan pengenalan terlebih dahulu kepada siswa untuk menghadapi SKS yang dilaksanakan mulai tahun depan," tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMAN 21 Bandung Tintin Fathimah kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2009).
Tintin menampik bila pihaknya dianggap mendahului sekolah-sekolah lain yang belum memberlakukan moving class. "Kita sudah konsultasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung dan mereka malah mendukung. Sebab kita mendukung program Disdik yang akan menerapkan sistem SKS mulai tahun ajaran mendatang," tutur Tintin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini siswa sudah tidak punya kelas lagi, karena setiap ganti pelajaran ganti ruangan. Jadi, sekarang adanya kelas Biologi, Matematika dan pelajaran-pelajaran lain," sambung Tintin.
Selain itu dengan sistem baru ini, guru yang berada dalam satu kelas tidak hanya satu guru, tapi ada dua guru yang saling melengkapi.
"Di moving class ini kita mulai mencoba menerapkan team teaching, di mana tiap mata pelajaran diajarkan oleh dua guru. Guru pertama sebagai pengajar utama dan guru kedua sebagai pengawas serta pengukur kualitas pengajaran guru pertama," imbuh Tintin.
Tintin mengaku penerapan sistem moving class ini tidak berjalan mulus begitu saja. Banyak kendala yang harus dihadapi, terutama dari siswa dan orang tua siswa.
"Karena sistem ini baru, pasti banyak pihak yang menanyakan keefektifitasannya. Selain itu, siswa juga pada awalnya merasa lelah, karena harus terus berpindah dari satu ruang ke ruang lain yang terkadang berada di lain lantai," ujar Tintin.
Menyikapi hal ini Tintin mengaku belum bisa memberikan kepastian hasil dari sistem baru ini. "Ini baru pertama dijalankan. Jadi kami belum bisa memastikan apakah lebih baik atau tidak dari sebelumnya," tutur Tintin.
Saat ini SMAN 21 Bandung memiliki 22 ruang kelas untuk 840 siswanya. Sementara ruang kelas yang dipergunakan jumlah ruangnya 21. Rinciannya yaitu 8 kelas untuk kelas X, 3 kelas IPA dan 3 Kelas IPS untuk kelas XI dan 3 kelas IPA dan 4 kelas IPS untuk kelas XII.
"Sejauh ini kita tidak mengalami kekurangan ruangan untuk memberlakukan moving class," tutur Tintin.
(dip/bbp)











































