Peningkatan penyakit ISPA selama masa pergantian musim atau pancaroba karena pada masa ini keadaan udara menjadi tidak pasti. Akibatnya virus di udara semakin banyak.
Dikatakan Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Cissy RS Prawira, di RSHS setiap harinya dari sekitar 30-40 pasien yang masuk ke poliklinik paru-paru, 50 persen di antaranya mengidap ISPA. Mereka yang diketahui mengidap ISPA, 25 persen harus rawat inap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Cissy peyebaran virus ISPA bisa saja menular melalui udara sekitar, karena memang penularan ISPA 80 persen melalui virus dan sisanya melalui bakteri.
Dikatakan Cissy, ciri-ciri ISPA di antaranya memiiki gejala ILI (Influenza Like Illness) disertai sakit tenggorkan, panas dan juga pilek. Perbedaan ISPA dengan flu yang biasa diketahui masyarakat adalah, disebut ISPA jika diiringi sakit tenggorokan dan juga masa flunya sudah berkisar 14 hari.
"Mencapai kategori ISPA kronis jika sudah disertai sesak nafas. Itu sudah akut, salah satu penyakit ISPA akut yaitu bronchitis," ujarnya.
Untuk mencegah, masyarakat dapat menambah daya tahan tubuhnya dengan mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin A dan C seperti jeruk dan wortel, serta makanan mengandung omega tiga seperti ikan-ikanan.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)











































