"Dia (Erwan) nggak tentu datangnya. Kadang pukul 09.00 WIB kadang juga siang. Dia orangnya sibuk," kata Ida seraya menyebutkan satu persatu kesibukan sang dokter yang ia ketahui dari mulai ormas, komunitas radio panggil, hingga aktif di partai politik tertentu.
Selama menyewa, kata Ida, Erwan memang banyak dikunjungi oleh tamu-tamunya. "Tapi saya nggak tahu apa itu pasien atau teman-temannya," kata Ida yang tidak mau tahu banyak mengenai seluk-beluk kegiatan Erwan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi kejahatan yang dilakukan Erwan ini terbilang nekat. Sebab Erwan merupakan jebolan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Bandung.
Untuk meyakinkan pasiennya, Erwan mengaku terus belajar seputaran dunia kedokteran dari buku hingga obrolan dari dokter yang selama ini ia kenal.
Bukan itu saja, selama setahun membuka praktik, ia terus belajar menulis khas dokter dalam memberikan rekomendasi obat yang dibutuhkan pasien. Obat tersebut berupa obat-obatan khusus para penderita depresi. (ahy/ern)











































