Sejumlah peneliti akan mengkaji iklim dan kualitas udara di Indonesia pada 2010-2014. Nantinya, hasil proyeksi yang dikaji sejumlah peneliti dijadikan rekomendasi teknis untuk diberikan pada pemerintah dan para stakeholder. Hal ini dilakukan agar pihak terkait bisa berperan serta mengurangi tingkat pencemaran udara.
Hal itu dikatakan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Penerbangan (Lapan) Thomas Djamaluddin yang ditemui di sela-sela acara Seminar Nasional Proyeksi Iklim dan Kualitas Udara 2010-2014 yang digelar di kantor Lapan, Jalan Djundjunan, Bandung, Selasa (28/7/2009).
"Kami sebagai komunitas pengkaji dan peneliti mencoba mengintegrasikan kajian ilmiah yang terkait dengan iklim dan kualitas udara. Ini untuk dijadikan rekomendasi teknis yang disusun secara garis besar yang akan diberikan kepada pihak-pihak terkait," ujar Thomas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kajian para peneliti yang ada tidak bisa dikatakan pasti, namun setidaknya dapat memperlihatkan kecenderungah untuk bisa dipertimbangkan. "Apakah dalam 5 tahun ke depan yang lebih sering terlihat adalah fenomena ekstrem, moderat atau normal," jelasnya.
(tya/bbp)











































