Pada Juni 2009, RSHS menangani 360 pasien DBD dan jumlahnyua menurun pada Juli. Hingga tanggal 26, jumlah pasien yang dirawat sebanyak 252 orang.
Kondisi yang sama juga terjadi pada 2008. Di bulan Juni jumlah pasien tahun itu 317 orang dan pada Juli turun 268 pasien. Sedangkan pada Juni 2007 jumlah pasien 133 orang dan menurun pada Juli yang hanya 107 pasien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi masyarakat tetap harus waspada, karena pertumbuhan sarang nyamuk yang biasa berada di luar rumah bisa jadi pindah ke dalam rumah. Karena itu tetap harus jaga kebersihan rumah masing-masing," ujar Primal di RSHS, Jalan Pasteur, Senin (27/7/2009).
Menurutnya penyakit DBD harus tetap diwaspadai karena angka kematiannya cukup tinggi. Pada 2007, dari 2.721 pasien DBD yang dirawat, sebanyak 23 pasien meninggal atau 0,85 persen.
Lalu pada 2008, dari 1.502 pasien, sebanyak 18 pasien meninggal dunia atau 1,20 persen. Sementara hingga 26 Juli 2009, jumlah pasien yang meninggal 12 orang dari 2.157 yang dirawat atau 0,56 persen.
"Kebanyakan pasien yang meninggal itu yang penyakitnya sudah sampai pada tahap syok. Pasien mengalami komplikasi antara panas yang tinggi dan ditambah pecahnya pembuluh darah," jelas Primal.
Lebih lanjut Primal menerangkan kondisi pasien yang syok itu karena terjadi pembengkakan pembuluh darah yang membuat plasma darah melebar dan pecah hingga darah merembes dan keluar akibatnya suplai darah, oksigen, dan makanan ke jaringan mengalami gangguan.
Sementara pasien yang kondisinya ringan dan sedang, sebagian besar cepat sembuh. "Para pasien alami pegal dan panas tinggi untuk yang ringan, kalau yang sedang biasanya disertai pendarahan hingga timbul bintik-bintik merah di kulit," ujarnya.
(ern/ern)











































