Kepada wartawan di Aula Mapolwiltabes Bandung, Jalan Merdeka, Kamis (23/7/2009), Adrian mengaku melakukan teror karena membutuhkan uang untuk keperluannya sehari-hari.
"Uang itu untuk kebutuhan sehari-hari saja, saya nganggur," aku Adrian di balik jaket kulit hitam yang digunakan untuk menutup wajahnya. Ia juga menuturkan kondisinya sebagai korban PHK dan sempat bekerja di sebuah rumah makan di Bandung.
Adrian sempat menyewa kamar kontrakan di wilayah Cipaganti. Namun karena terdesak biaya hidup ia harus hengkang dari kontrakannya tersebut dan tinggal di Masjid Agung Bandung yang berada tepat di depan BRI Tower.
"Sehari-hari saya tinggal di masjid," ujar Adrian.
Adrian berhasil di ringkus polisi kurang dari 3 jam dari laporan. Turut diamankan surat ancaman serta sebilah pisau yang saat ditangkap sedang dibawa oleh pelaku.
"Pisau itu untuk melindungi diri saja, karena sehari-hari saya tinggal di masjid," pungkas Adrian.
Ini merupakan kasus teror bom yang ketiga kalinya terjadi di Bandung dalam sepekan. Sebelumnya teror bom juga ditujukan ke Hotel Sheraton Bandung dan dealer mobil Daihatsu.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)











































