Para remaja itu gabungan dari beberapa komunitas pendidikan alternatif Kota Bandung yang merupakan partner dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Bandung. Aksi yang dimulai pukul 13.00 WIB itu berakhir pukul 14.30 WIB.
Beberapa anak terlihat melakukan aksi teaterikal, membaca puisi, menyanyi, melukis, hingga memperagakan permainan anak. Mereka juga membentangkan kain putih kosong sepanjang 4 meter. Para pejalan kaki yang melintas baik dewasa maupun anak diminta membubuhkan tanda tangan dan pernyataan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi ini juga dibacakan pernyataan sikap yang menuntut pemerintah Kota Bandung untuk menjamin hak anak serta melindungi anak dari ancaman kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.
Sekretatris KPAID Ai Ratna Intan mengatakan tujuan diadakannya aksi simpatik ini, untuk meningkatkan komitmen semua elemen masyarakat agar peduli terhadap anak-anak. "Komitmen dalam hal ini perlindungan anak-anak menuju Kota Bandung yang layak bagi anak," ujarnya.
(ern/ern)











































