Pelibatan komunitas dalam penanggulangan HIV-AIDS di berbagai daerah dapat membantu pemerintah untuk mewujudkan Akses Univeral 2010. Di mana semua orang membutuhkan dan memperoleh pengobatan HIV, yang merupakan bagian dari Milenium Developments Goals (MDGs) PBB.
Pada 2015, MDGs memiliki tujuan untuk menghentikan epidemi HIV. Di mana program ini berlaku bagi semua negara guna memperkuat sistem layanan kesehatan dan memberikan layanan yang lebih efektif kepada penderita HIV.
Menurut Wakil ketua II Panitia Penyelenggara Internasional Congress on AIDS and The Pacific (ICCAP), Prof. Dewa N. Wirawan, peran komunitas sangat penting dalam memerangi HIV dan AIDS. Melalui kegiatan forum komunitas perilaku positif pada penderita diharapkan dapat terbentuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa komunitas seperti Laki Sama Laki (LSL), Remaja, dan Forum Antar Iman perlu mendapatkan akses berupa pencegahan, perawatan, pengobatan, dan dukungan.Β
Selain itu, pada tahun 2007 Independent Commision on AIDS in Asia mencatat ada 5 juta kasus HIV di Asia pasifik. Dengan rincian jumlah kasus infeksi baru sebanyak 380 ribu di wilayah Asia, dan Pasifik mencapai 740 ribu Orang Yang Hidup Dengan AIDS (ODHA).
Sementara itu, acara Internasional Congress on AIDS and The Pacific (ICCAP), direncanakan akan berlangsung pada 9-13 Agustus di Bali, yang akan dihadiri oleh delapan komunitas.Β
"Beberapa komunitas yang akan terlibat diantaranya adalah orang yang hidup dengan HIV (ODHIV), pengguna NAPZA suntik (Penasun) dan Komunitas Antar Iman, dengan diadakannya kongres ini diharapkan penyebaran HIV/AIDS bisa ditekan," pungkasnya. (dip/dip)











































