Minimalisir Tertular Virus H1N1, Petugas Medik RSHS Divaksin

Minimalisir Tertular Virus H1N1, Petugas Medik RSHS Divaksin

- detikNews
Rabu, 22 Jul 2009 18:25 WIB
Bandung - Untuk meminimalisir risiko penularan virus influenza A H1N1 atau biasa disebut flu babi, RSHS beri vaksinasi seluruh petugas mediknya. Meski hanya vaksinasi flu musiman (seasonal influenza), namun setidaknya itu akan menambah sistem kekebalan tubuh.

"Memang vaksin itu tidak membunuh virus flu babi, tapi setidaknya menambah daya tahan tubuh," ujar Rizal Chaidir, Direktur Medik dan Keperawatan RSHS kepada wartawan, Rabu (22/07/2009).

Yang diberikan vaksin tersebut adalah petugas medis yang berkemungkinan mengalami kontak dengan para pasien suspect flu babi. "Mulai dari petugas emergency, poliklinik, perawat di flamboyan dan juga petugas cleaning service nya," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Rizal, pemberian vaksin kepada petugas medis telah diberikan jauh hari, sebelum akhirnya kini ada 7 orang karyawan RSHS yg dinyatakan suspect. "Kita beri vaksinasi sekitar bulan Mei," jelas Rizal yang juga menambahkan vaksinasi tersebut berlaku selama setahun.

Rizal juga menyebutkan, saat ini seluruh petugas medis diharuskan memakai masker saat melakukan kontak dengan para pasien.

Terkait dengan ditetapkannya 7 karyawan RSHS yang diduga kena flu babi, yang 1 diantaranya adalah petugas cleaning service Ruang Flamboyan, Rizal mengatakan petugas tersebut selalu menggunakan APP saal membersihkan ruang tersebut. "Pakai APP juga dong, masa cuma dokter dan perawat saja yang pakai. Kan cleaning service juga masuk ke ruang flamboyan," ungkap Rizal.

Enam karyawan suspect lainnya adalah 2 dokter dan 4 perawat. Namun mereka bukannya dokter dan perawat yang bertugas di ruang isolasi flamboyan. Di ruang isolasi flamboyan, yang sering berada disitu adalah 11 orang yang tergabung dalam tim penanangan infeksi khusus, dan 14 perawat. Mereka bekerja dengan sistem sift atau bergantian

(tya/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait