Polisi sempat memeriksa salah satu teman PDF (12) yaitu AN (15). Bahkan, AN sempat disebut sebagai otak pelaku teror bom Hotel Sheraton, Bandung. Namun, setelah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap AN, ternyata polisi menyatakan tidak terlibat.
"Setelah dilakukan pemeriksaan semalam, ternyata AN tidak ikut terlibat," jelas Kasatreskrim Polwiltabes Bandung AKBP Arman Achdiat saat dihubungi detikbandung melalui ponselnya, Rabu (22/7/2009).
Arman menjelaskan, teror bom yang dilakukan PDF itu tidak berasal dari bujukan temannya. Hal tersebut ternyata diakui PDF setelah semalam dilakukan pendalaman pemeriksaan.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arman, usai meneror bom melalui ponselnya, lalu PDF mendatangi teman-temannya yang sedang berkumpul di kawasan Jalan Tamblong. Kemudian, PDF menceritakan aksi terornya itu kepada teman-temannya.Β
"Termasuk menceritakan kepada AN. Melihat itu, AN yang awalnya sempat diduga otak pelaku, akhirnya kami nyatakan tidak ikut serta," terang Arman.
(bbp/ern)











































