Hal itu disampaikan Staf Pencegahan Pemberantasan Penyakit Hewan Dinas Pertanian Kota Bandung Eman Sulaeman di sela-sela Rapat Koordinasi Penanggulangan H1N1 dan H5N1 di Dago Tea House, Jalan Juanda, Rabu (22/7/2009).
Menurutnya penurunan itu bisa dilihat rumah pemotongan hewan (RPH) Ciroyom. "Kalau di Bandung kita tak punya peternakan babi, tapi di RPH Ciroyom terjadi penurunan permintaan daging babi hingga 50 persen," ujarnya kepada detikbandung. Saat ditanya angkanya, Eman mengaku tak memegang data.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika tiba di RPH, sebelum dipotong, babi disemprot oleh disinfektan dua kali sehari.K kalau sudah masuk ke RPH akan disemprot oleh disinfektan dengan konsentrasi tepat setiap pagi dan sore," ujar Eman. Merek dagang obat yang dipakai untuk disinfektan yaitu virtox, virkon, dan destan.
Eman mengungkapkan virus H1N1 adalah salah satu faktor kematian yang tinggi di babi. "Penularan virus H1N1 dari babi ke babi sudah ada, tapi kalau babi ke manusia belum ada. Yang ada manusia ke manusia," katanya.
(ern/ern)











































