Menurut Widyo masalah ini mencoreng dunia pendidikan khusunya mencoreng nama baik ITB. "Yang kita angkat ini kan soal karakter mahasiswa yang dengan prilakunya mencemarkan nama baik ITB," kata Widyo kepada wartawan saat ditemui usai sidang di Gedung Rektor ITB, Jumat (17/7/2009).
Karena itu, kata Widyo, jika nantinya mahasiswa yang terlibat diantaranya akan di-DO, Widyo menyarankan agar pihak perguruan tinggi swasta maupun negeri agar tidak menerima mahasiswa yang telah dikeluarkan dalam kasus ini. "Harapan saya mahasiswa seperti ini jangan masuk perguruan negeri atau swasta lagi," sarannya.
Widyo juga mengatakan dirinya tidak bermaksud untuk menghancurkan masa depan mereka, karena itu sudah jadi pilihan hidup mereka. "Hidup itu kan pilihan, mereka sudah mengambil jalan itu," ujarnya.
Pihak ITB juga mendapat kurang lebih 6 buah surat dari keluarga mahasiwa ITB yang terlibat kasus ini. "Ada kakak kandung peserta, supaya siswa yang terlibat itu dihukum seringan-ringannya, itu kan lucu," kata Widyo.
Justru menurut Widyo, surat-surat tersebut menambah keyakinan rektor untuk mengeluarkan merekla dari ITB. "Ya justru dengan surat-surat mereka semakin meyakinkan rektor untuk mengeluarkan mereka," tegasnya.
Ada 16 mahasiswa yang disidang kode etik. 11 diusulkan dikeluarkan, 3 orang direkomendasikan diskorsing, dan 2 orang dibebaskan karena tidak terbukti.
(avi/ern)











































