Menyusul tuntutan pihak fakultas agar dirinya meminta maaf, Satrya mengaku sanksi yang mengancamnya jika tidak menyanggupi berupa pemanggilan orang tua, tidak diluluskan dan diajukan ke meja hijau. Namun Yusuf membantahnya.
"Tidak ada ucapan seperti itu. Sebenarnya pemanggilan kemarin itu untuk klarifikasi apakah benar yang ditulis Satria tersebut. Ia mengakui bahwa benar dia yang menulis surat selebaran dan di facebook," papar Yusuf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Satrya menyatakan menolak membuat pernyataan permintaan maaf, Yusuf mengatakan ia akan membahas tindakan selanjutnya bersama pejabat lain di fakultas.
"Kita tidak akan mengganggu hak-hak akademis satria dan 40 mahasiswa lainnya, tidak akan terganggu atau diganggu. Nanti kita bicarakan lagi di fakultas," ujar Yusuf.
"Kita mengkhawatirkan pandangan orang lain, misalnya yang akan kuliah di sini. Ditulis akreditasinya bermasalah, padahal kita sedang menunggu proses dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, red). Di facebook itu sudah masuk kategori publik dan bisa dibaca umum. Padahal yang ditulisnya tidak benar dan tidak akurat.
Sidang tetap dilaksanakan ada atau tidak perpanjangan akreditasi ini. Tidak benar bahwa sidang tidak dilaksanakan," tandasnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)











































