Menurut Kapolsekta Sumur Bandung Irfan Nugraha, pihaknya sempat terkecoh karena uang palsu yang disitanya sangat mirip dan sulit untuk dibedakan dengan yang asli.
"Kalau kita berpatokan pada 3D, dilihat, diraba, dan diterawang, sama sekali tidak ada perbedaannya," ujar Irfan saat ekspos di kantornya Jalan Aceh Bandung, Rabu (15/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mirip, hanya warna yang lebih terang dan benang pengaman uang palsu tidak sebagus uang asli, itulah yang membedakannya," ujarnya. Sementara itu, uang palsu pecahan dollar AS hanya bisa dibedakan dari warnanya, di mana uang palsu lebih terang daripada yang asli.
Polsekta Sumur Bandung berhasil membongkar pabrik uang palsu ini pada Sabtu (11/7/2009), setelah mendapat laporan dari masyarakat. Seorang pembuat upal yakni Ko Dede alias Matius Chaerul berhasil diciduk bersama dua rekannya yang mengedarkan yakni Abah Yanyan dan Galih Rakasiwi.
Polisi masih memburu dua pegedar lainnya yakni Devi asal Bekasi yang memegang 950 lembar upal pecahan 100 dolar AS serta Ferry yang memegang 300 lembar upal pecahan Rp 100 ribu.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (lom/lom)










































