Setelah melakukan pemeriksaan dan investigasi, B (13)Β pasien ke-13 suspect flu babi di RSHS, dinyatakan tidak terinveksi virus H1N1 atau flu babi. B sudah keluar dari ruang isolasi Flamboyan sejak pukul 18.30 WIB, Selasa (14/7/2009) dan dirawat di ruang lain di RSHS.
Anggota tim Penanganan Infeksi Khusus RSHS Primal Sudjana mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan B sangat kecil kemungkinannya terinveksi virus flu babi.
"Setelah kita melakukan investigasi dengan menanyakan lebih lanjut kepada ibu dan ayah B, itu kemungkinannya sangat kecil B terjangkit virus tersebut," terangnya kepada wartawan di RSHS, Rabu (15/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibu dari B yang berinisial V (47) juga mengalami gejala yang sama, dan tidak masuk ke ruang Flamboyan tetapi berada di ruang influenza centre. "Sama halnya dengan B, kemungkinan V terjangkit virus flu babi itu sangat kecil. Tetapi akan tetap kita pantau," lanjut Primal.
Sementara itu, perkembangan pasien suspect flu babi lainnya, NA (2) kondisinya sudah membaik dan dinyatakan sudah sembuh dan boleh pulang. "Namun kita harus merundingkan lebih dulu dengan tim spesialis anak." Ibu NA yang berinisial E yang sempat dinyatakan positif flu babi, juga sudah dinyatakan sembuh tetapi masih tetap di RSHS merawat NA.
Sejak kasus flu babi merebak, RSHS sudah menerima 13 pasien suspect flu babi yang diisolasi di ruang Flamboyan. Kini pasien yang dirawat di ruang isolasi Flamboyan tinggal 7 orang, dengan tiga pasien yakni OC, A dan I masih menunggu hasil laboratorium.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)











































