"Dari lima jenis kecelakaan KA yaitu tabrakan antar KA, tabrakan KA dan kendaraan, KA anjlok, terguling, banjir atau longsor, KA anjlok menempati urutan teratas," tutur Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana PT KA Persero Hermanto Dwiatmoko, yang ditemui wartawan di Kantor KA Daop 2 Bandung Jl. Stasiun Selatan No.1 dalam acara konferensi pers Sosialisasi Keselamatan Perkeretaapian, Selasa (14/7/2009).
Meski kereta anjlok merupakan jenis kecelakaan yang tertinggi namun angkanya terus menurun setiap tahunnya. "Di tahun 2009 saja sudah terjadi 32 kasus, di tahun 2008 ada 99 kasus dan 2007 ada 110 kasus," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mengupayakan jumlah KA yang anjlok terus turun dari tahun ke tahun. Salah satunya dengan sertifikasi petugas lapangan PT KA yang jumlahnya mencapai 70 persen dari seluruh karyawan PT. KA persero," ujar Hermanto.
(dip/tya)










































