Panitia masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) punya cara sendiri agar kegiatan berlangsung unik. Seperti dilakukan di SMAN 24 Bandung. Para panitia mewajibkan siswa baru membawa nasi 'Akbar Tanjung'. Seperti apakah itu?
Rupanya, nasi 'Akbar Tanjung' hanya plesetan yang arti sebenarnya ialah nasi kuning. "Soalnya kan Akbar Tanjung dari Partai Golkar. Partai tersebut identitasnya kuning. Kalau kita suruh bawa nasi kuning kan biasa. Makanya dikasih istilah nasi 'Akbar Tanjung'," jelas Wakil Ketua OSIS SMAN 24 Bandung Rifan Ahmad kepada detikbandung, Selasa (14/7/2009).
Selain itu, kata Rifan, dalam kegiatan MPLS ini panitia membuat juga 'Desa Bahagia'. Desa tersebut terdiri dari 8 RW yang mengambarkan kelas masing-masing siswa baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membedakan anggota antar RW, setiap siswa baru memakai id card berbentuk segi 5 yang warnanya ditentukan panitia. Dalam id card tersebut dituliskan nama, asal sekolah, no RW dan foto siswa tersebut.
Rifan menambahkan, dalam pelaksanaan MPLS siswa baru tidak terlalu banyak diberikan tugas. Mereka hanya disuruh membawa nasi, makanan ringan, minuman dan alat tulis.
Acara MPLS ini melibatkan sekitar 48 siswa kelas 2 sebagai mentor dan 20 orang siswa kelas 3 sebagai pengurus acara. Untuk membedakannya, panitia kelas 2 memakai pita kuning di lengan kiri dan kelas 3 menggunakan pita biru. (tya/bbp)











































