"Sengaja kita mendatangkan pembicara dari Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk menyampaikan betapa berbahayanya virus mematikan itu. Remaja sebagai pihak yang rentan terkena HIV/AIDS sudah sepatutnya mendapat pengarahan itu sejak dini," ujar Tedja Soedjana, Wakasek Bidang Kesiswaan SMU 5 Bandung ketika ditemui detikbandung, Selasa (14/7/2009).
Tedja menambahkan, pembinaan dari Dinas Kesehatan itu tidak semata-mata bertujuan mengenalkan siswa akan bahaya HIV/AIDS, tapi juga mengarahkan siswa agar tidak melakukan hal-hal negatif, seperti menggunakan narkoba, minum miras atau merokok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azma Yasinurrasyad, Ketua OSIS SMU 5 Bandung menuturkan, selain penyuluhan dari Dinas Kesehatan, agenda MPLS SMU 5 Bandung adalah pengenalan lingkungan sekolah, pengarahan dari guru-guru mengenai tata tertib sekolah dan akan ditutup oleh demo ekstra kurikuler dan happening art pada Sabtu (18/7/2009).
"Pokoknya kita ingin menunjukan bahwa pengenalan sekolah bagi siswa baru adalah bentuk penanaman kedisiplinan secara akademis, bahkan tugas-tugas yang kami berikan pada adik-adik kelas kami yang baru masuk pun adalah tugas-tugas yang ada korelasinya dengan pendidikan. Seperti membuat alas duduk dengan ukuran sudut matematis, membuat tulisan dan semacamnya, untuk yang berbau perploncoan, kita sangat menghindarinya," tuturnya. (dip/tya)











































