MPLS, MOS Tanpa Hukuman Fisik

MPLS, MOS Tanpa Hukuman Fisik

- detikNews
Selasa, 14 Jul 2009 09:39 WIB
MPLS, MOS Tanpa Hukuman Fisik
Bandung - Jika selama ini Masa Orientasi Siswa (MOS) dikenal berbau perploncoan, seiring dengan perubahan nama MOS menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pola lama yang beraroma perploncoan itu berangsur-angsur hilang.

Seperti yang terjadi di SMU 3 dan SMU 5 Bandung, dari pantauan detikbandung, tidak ditemukan adanya siswa baru yang menggunakan atribut-atribut aneh seperti MOS tahun-tahun sebelumnya.

Tedja Soedjana, Wakasek Bidang Kesiswaan SMU Negeri 5 Bandung yang ditemui detikbandung Selasa (14/7/2009) menuturkan, sejatinya MOS bukanlah ajang perploncoan. Dengan nama yang baru ini Tedja berharap pengenalan lingkungan sekolah bisa berjalan secara riang tapi tetap disiplin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah sepakat untuk tidak menerapkan hukuman fisik pada masa pengenalan sekolah. Kita ingin menanamkan kedisiplinan pada siswa dengan cara persuasif, bukan dengan kekerasan," tutur Tedja.

Tedja menambahkan, saat ini bukan masanya lagi pengenalan sekolah dijadikan ajang balas dendam kakak kelas ke adik kelasnya.

"Konteksnya kan pendidikan, tentu bentuk yang tepat adalah pendekatan persuasif. Jadi bentuk bentakan atau hukuman fisik tidaklah tepat, nanti malah siswa baru bukannya menghormati senior tapi malah melecehkan," tutur Tedja.

Pendapat senada juga diungkapkan oleh Dudi Rachmat, Wakasek Bidang Kesiswaan SMU 3 Bandung ini juga sepakat jika pengenalan sekolah tidak memerlukan aksi fisik.

"Kita melihat siswa adalah insan akademis, jadi kegiatan fisik kita minimalisir. Bahkan di SMU 3 tidak ada olahraga selama pengenalan sekolah, sudah cukup dengan datang pagi saja," seloroh Dudi seraya tertawa.

Kalia Labitta (16), Ketua Panita MPLS SMU 5 Bandung juga sepakat jika MOS dengan aksi fisik tidak ada hubungannya dengan pendidikan siswa.

"MOS dengan tindakan fisik sama sekali tidak ada kaitannya dengan pendidikan, makanya kegiatan-kegiatan seperti memakai pita warna-warni, meminta tanda tangan kakak kelas apalagi lari keliling lapangan sudah dihapuskan. Bahkan bentakan pun tidak ada, adapun yang melanggar tata tertib kita kenakan teguran dengan suara tegas bukan dengan bentakan. Toh itu untuk kedisiplinan adik-adik kelas kita juga," tutur Kalia.
(dip/lom)


Berita Terkait