Tingkatkan Mutu Lulusan, Utama Gelar Program Sertifikasi SAP

Tingkatkan Mutu Lulusan, Utama Gelar Program Sertifikasi SAP

- detikNews
Sabtu, 11 Jul 2009 11:33 WIB
Tingkatkan Mutu Lulusan, Utama Gelar Program Sertifikasi SAP
Bandung - Ingin tingkatkan mutu lulusannya, Universitas Widyatama (Utama) bekali mahasiswanya dengan sertifikasi SAP (System, Application and Product in Data Processing). Utama menjadi universitas pertama yang membuat program sertifikasi ini melebur dengan kurikulum yang berjalan.

SAP adalah software yang fasilitasi aplikasi fungsi-fungsi perusahaan dari hulu sampai hilir. Karena fungsinya yang banyak itu lah yang membuat SAP menjadi primadona perusahaan-perusahaan besar baik berskala nasional ataupun internasional.

"Beberapa universitas di Indonesia ada juga yang melakukan program sertifikasi SAP. Tapi baru kami yang memasukan ini ke dalam kurikulum," ujar Edi Sudiarto, Project Officer of SAP Program Certification ERP Center-Universitas Widyatama di Cafe Kongkow, Jalan Diponegoro, Jumat (10/7/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edi menambahkan, sertifikasi SAP sangat mahal karena SAP adalah software paling baik dan paling banyak dipergunakan di 120 negara. Dan ada 82.000 perusahaan di seluruh dunia serta tidak kurang dari 18 juta orang yang menggunakan aplikasi tersebut.

"Biayanya per orang bisa mencapai Rp 40 juta. Tapi sama kita dimasukan ke dalam kurikulum sehingga semua mahasiswa kami bisa mendapatkan sertifikasi SAP," paparnya.

Namun saat ini, dari 5 fakultas yang ada di Utama baru Fakultas Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Manajemen serta Fakultas Teknik.

Disinggung mengenai serapan dunia usaha terhadap pemilik sertifikasi SAP ini, dengan tegas Edi mengaku lulusannya sangat dicari oleh perusahaan-perusahaan.

"Bahkan kemarin saya di minta oleh Edugate (vendor pemegang lisensi SAP di Indonesia - red) untuk menyalurkan lulusan yang memiliki sertifikat SAP untuk direkrut. Tapi terpaksa kita tolak karena memang belum ada lulusan dari kami," ungkapnya.

Program sertifikasi di Utama sendiri baru berlangsung setahun yang lalu. "Mungkin 2-3 tahun lagi kita bisa penuhi permintaan atas lulusan yang memiliki sertifikasi SAP," pungkasnya. (afz/tya)


Berita Terkait