"Hotel-hotel seperti Homann dan Preanger suka beli ke tempat saya," tuturnya. Hotel-hotel tersebut, kata Adi, biasanya membeli jika tamu hotel sedang banyak. Pisang yang dipilih pun adalah pisang ambon yang berkualitas. Dalam satu bulan, setidaknya ada tiga sampai empat kali hotel-hotel tersebut datang untuk membeli.
Selain dari hotel, jelas Adi, pelanggan pun datang dari katering untuk hajatan. "Biasanya katering suka membeli dalam jumlah banyak," ujar Adi. Sama halnya dengan pembeli dari hotel, dalam sebulan konsumen dari katering bisa membeli sebanyak empat kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangan khawatir ada pisang-pisang lama, ucap Adi. Selain setiap hari mengganti dengan kiriman pisang baru, Adi pun menjual pisang lama kepada pedagang keliling. Harga jual pisang lebih rendah daripada harga beli. Jika satu sisir biasanya dijual Rp 6 ribu, maka pisang sisa ini harganya Rp 3 ribu per sisir.
Meski harus menjual setengah harga, rupanya Adi tidak khawatir karena dia sudah mendapatkan keuntungan.
(ema/bbp)











































