Lelaki paruh baya bernama Adi Suryana (56), tampak antusias menyambut setiap mobil yang mendekat. Dia menanyakan dengan cepat keinginan sang pengemudi begitu
kaca mobil dibuka. "Mau pisang apa?" begitu pertanyaan standar yang dilontarkan Adi.
Sudah 30 tahun lamanya Adi berdagang pisang di pinggir Jalan Cipaganti, tepatnya di dekat kantor Pos Cipaganti. Adi mulai menjajakan pisang dari sejak pagi pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.
Berbagai jenis pisang seperti pisang ambon, pisang lumut, pisang tanduk atau pisang raja cere tersimpan di atas wadah-wadah bambu. Ada yang terhampar di atas alas tikar atau menggantung di atas kayu jinjingan. Warnanya yang kuning, hijau atau berbaur dalam gradasi kecoklatan, setidaknya cukup menarik perhatian pengguna jalan yang lalu lalang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Adi mengaku dia berjualan sayur di Pasar Ciroyom. Namun Adi akhirnya memutuskan untuk menjual pisang karena dibandingkan sayuran harga pisang di pasaran relatif stabil.
"Pisang-pisangnya dikirim langsung dari Lembang," terang Adi. Dalam satu hari dia bisa mendapat kiriman pisang paling banyak dua kwintal. Tapi tidak semua pisangnya habis dalam satu hari. Kadang menyisakan sebanyak 5-10 sisir.
Keadaan penjualan saat ini menurut Adi memang lebih sepi dibandingkan sebelum tahun 2000. Terutama ketika PT Nurtanio masih ada, para karyawannya sering berlangganan pisang. Kini Adi mengandalkan langganannya yang lain serta para pengguna jalan yang lalu lalang.
Dari berjualan pisanglah hidup Adi dan keluarga bisa tercukupi. "Saya bisa membeli rumah, menyekolahkan anak-anak dari pisang," ungkapnya.
Pisang-pisang tersebut dijual Adi per sisir. Harga per sisirnya berbeda-beda tergantung dari jenis pisang dan ukuran. Paling rendah Adi menjual Rp 5 ribu dan paling mahal Rp 25 ribu.
Untuk saat ini pisang raja cere paling digemari karena rasanya yang lebih enak. Satu sisir pisang raja cere harganya antara Rp 7 ribu -Rp 8 ribu. Dalam satu hari, diakui Adi pendapatannya bisa mencapai Rp 500 ribu.
Selain Adi, di tempat tersebut masih ada dua pedagang lainnya yang juga berjualan pisang. Sama halnya dengan Adi mereka juga mendapat kiriman pisang dari Lembang. Namun para pedagang tersebut terbilang masih baru. Tidak seperti Adi yang sudah menggantungkan hidupnya kepada pisang selama 30 tahun.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ema/bbp)










































