Petugas Bandara Husein Minta Diberikan Tamiflu

Petugas Bandara Husein Minta Diberikan Tamiflu

- detikNews
Jumat, 10 Jul 2009 10:36 WIB
Bandung - Bertambahnya pasien dugaan terinfeksi virus H1N1 dari bulan April-Juli membuat pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Husein Sastranegara mawas diri. KKP berharap Dinkes memberikan Tamiflu kepada para petugas di Bandara.

Hal itu dikatakan Koordinator KKP Bandara Husein Sastranegara Mahpud kepada detikbandung saat dihubungi, Jumat (10/7/2009). Menurutnya, petugas bandara rentan terjangkit virus H1N1 karena kaitan tugas yang selalu melakukan kontak dengan para penumpang pesawat dari luar negeri.

"Kita minta kerjasama Dinkes Jabar untuk memberikan Tamiflu kepada petugas-petugas di Bandara untuk menjaga daya tahan tubuhnya terjangkit dari virus flu babi," kata Mahpud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan pemberian Tamiflu, harap Mahpud, pihaknya dapat lebih mengantisipasi merebaknya penularan virus H1N1 di kawasan bandara.

"Karena sampai saat ini kita tidak bisa mengetahui secara jelas suhu tubuh para penumpang pesawat yang tiba dari Malaysia dan Singapura," katanya.

"Karena itu pula, sangat memungkinkan penumpang yang terjangkit lolos dari pemeriksaan pihak KKP, karena ketiadaan thermal scanner di bandara," sambungnya.

Saat ini, KKP meningkatkan kesiagaan pemeriksaan terhadap para penumpang dari Malaysia dan Singapura.

"Tiap penumpang kita berikan Alert Card untuk diisi dan mengetahui apakah penumpang tersebut menderita penyakit flu dalam 7 hari sebelumnya?" kata Mahpud.

Selasa (7/7/2009), RSHS kembali merawat satu pasien suspect H1N1 bernisial E. WNI yang menetap di Istanbul, Turki itu berkunjung ke salah satu keluarganya di Jalan Setiabudhi pada 5 Juli. Namun sehari kemudian, badannya panas tinggi. Mulanya E dibawa di dokter praktik di Setiabudhi, namun karena mengetahui riwatnya yang pernah ke Singapura, E pun dirujuk ke RSHS.

Selain itu, seorang atlet renang dari Jabar PS (17) juga dirawat di RSHS sebagai suspect H1N1. PS dan 4 atlet lainnya merupakan utusan KONI Pusat dalam kejuaraan di Singapura. Sampai saat ini, RSHS belum menetapkan satu pun pasien positif flu burung.

(ahy/lom)


Berita Terkait