"Aktor intelektualnya merupakan mahasiswa aktif dari Unhas fakultas Kedokteran angkatan 1998. Mahasiswa berinisial H ini sekaligus sebagai penyandang dana," ungkap Widyo Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari.
Menurutnya, sindikat ini melibatkan mahasiswa Unhas lainnya, berinisial S yang tercatat menempuh studi Fakultas Kedokteran angkatan 2006. Sebelum merekrut mahasiswa ITB, otak joki yaitu H mencari mahasiswa ITB melalui S. Kemudian S menghubungi dua mahasiswa asal ITB berinisial IS dan AA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, pihak ITB masih masih mencari keterangan tiga mahasiswa ITB lainnya yang ikut terlibat. "Kami belum memperoleh keterangan siapa yang merekrut tiga orang berinsial EBMM, RJ dan NC. Karena ketiganya tidak ada nomer telepon selular," ucap Widyo.
(ern/ern)











































