"Musim liburan kemungkinan banyak warga Jabar yang memanfaatkanya untuk ke luar negeri, ketika pulang mereka harus lebih mawas diri apalagi ketika dia pergi ke daerah yang terjangkit flu babi," kata Alma dihubungi melalui telepon, Kamis (9/7/2009).
Ketika disinggung apakah mungkin pemerintah melarang agar masyarakat untuk sementara tak pelesir ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang positif terjangkit flu babi, Alma menyatakan hal itu mustahil dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Alma, hingga saat ini penyebaran virus H1N1 lebih cepat dan luas ketimbang H5N1 atau flu burung. Namun, ditegaskan Alma, angka kematian akibat terjangkitnya flu babi masih terbilang tinggi, ketimbang flu burung. Kadinkes mengimbau, siapapun yang terserang influenza untuk bisa mengisolasi diri dari keramaian orang.
Selain itu, Dinkes telah menyiapkan tujuh rumah sakit di Jabar untuk merawat pasien yang terjangkit atau diduga mengidap flu babi. Rumah sakit tersebut adalah, RS Hasan Sadikin, RS khusus penyakit Rotinsulu di Ciumbuleuit, RSD Garut, RSD Subang, Indramayu, Cirebon, dan Bogor.
(ahy/ern)











































