"Mereka sebagai joki yang ikut ujian atau terdaftar sebagai peserta ujian. Lalu mereka menyebarluaskan jawaban kepada peserta di samping kiri dan kanan dalam ruangan itu," jelasnya kepada wartawan di Gedung Rektorat ITB, Kamis (9/7/2009).
Widyo menambahkan, ada dugaan para joki itu tempat duduknya diatur dengan mekanisme tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tidak terdaftar sebagai peserta ujian," jelasnya.
Widyo mengatakan, ke empat mahasiswa pendukung itu ialah FS, DN, ZFRKK dan EBMM. Peran DN, sambung Widyo, sebagai perekrut delapan mahasiswa ITB.
"Kalau FS,ZFRKK dan EBMM belum didapat informasi fungsi keterlibatan. Sebab kami masih melakukan proses pencarian nomer telepon mereka," terang Widyo.
Kini, ke-14 mahasiswa tersebut terancam mendapatkan sanksi dikeluarkan dari ITB.
(bbp/ern)











































