Hal itu dikatakan Kadinkes Jabar Alma Luciaty saat dihubungi wartawan via telepon selulernya, Kamis (9/7/2009).
"Jika sebelumnya status penyebaran H1N1 adalah waspada sekarang menjadi siaga. Karena penyebaran sudah ada di sekitar masyarakat," kata Alma. "Meski hasilnya masih kita tunggu dari laboratorium Balitbangkes Jakarta," sambung dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulan kemarin sudah kita layangkan, mungkin sekarang akan lebih digiatkan lagi untuk tiap kabupaten kota di Jabar," jelas Alma.
Dengan bertambahnya pasien diduga terjangkit flu babi, selama rentang waktu April hingga dengan Juli total suspect flu sebanyak enam pasien.
Anggota tim pengamanan penyakit infeksi khusus Ruang Instalasi Flamboyan dr Primal Sudjana menyatakan logistik penanganan suspect flu babi, seperti Tamiflu dan APP (Alat Perlindungan Personal) dinyatakan aman untuk 185 hari.
"Kelengkapan penanganan hingga saat ini siap," ujar Primal. Kini RSHS merawat empat pasien suspect flu babi.
(ahy/ern)











































