Gelembung Sabun Lebih Ramai Saat Akhir Pekan

Gelembung Sabun Lebih Ramai Saat Akhir Pekan

- detikNews
Kamis, 09 Jul 2009 10:48 WIB
Bandung - Tentunya, bukan hanya untuk pengusaha kuliner atau fesyen, kedatangan akhir pekan ditunggu pula oleh para penjual air sabun. Di akhir pekan inilah mereka bisa menjual botol air sabun dalam jumlah yang banyak.

Menurut salah seorang penjual Rudi (29) di hari-hari biasa penjual pun tidak terlalu marak. Biasanya para penjual memilih bergabung dengan penjual lainnya di satu tempat.

"Hari-hari biasa pembeli sepi makanya banyak pedagang yang tidak berjualan," ujar Rudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di hari biasa, dalam satu hari penjualan hanya mencapai 20-30 botol saja. Hasil dari penjualan pun dibagi rata sesama pedagang yang bergabung. Namun jika akhir pekan, barulah para pedagang menyebar dan mencari keuntungan masing-masing.

Rudi mengaku setiap akhir pekan dia bisa menjual sampai 30 botol. Omzet yang didapatkannya bisa mencapai Rp 200-300 ribu dalam satu hari. Usaha ini memang cukup menguntungkan bukan?

Tapi untuk menghasilkan gelembung sabun yang banyak, menurut Rudi tidak sembarangan. Semua tergantung kelihaian tangan si pembuat gelembung. Jika cukup mahir, satu kali celup saja bisa beberapa kali kibasan tangan dengan gelembung yang cukup banyak. Tapi jika tidak tahu tekhniknya satu kali celup hanya satu kali kibasan dengan sedikit gelembung.

"Untuk yang baru belum mahir memainkan tangan sehingga gelembungnya sedikit," ujar Rudi. Tapi lama-lama tangan akan terlatih juga.

Komposisi cairan pun sebenarnya cukup mempengaruhi banyak tidaknya gelembung. Jika bibit busa lebih banyak, maka gelembung yang dihasilkan juga akan lebih banyak. Begitupun jika cairan lebih kental gelembung akan lebih bertahan lama.

"Tapi kalau cairan yang bagus hanya kita buat untuk acara-acara tertentu saja," tutur Rudi. Rudi mencontohkan, grup bubble ini ternyata sudah terlibat dalam beberapa acara komersil. Termasuk dalam pembuatan video klip salah satu artis nasional.
(ema/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini