Menurut salah seorang penjual Rudi (29) di hari-hari biasa penjual pun tidak terlalu marak. Biasanya para penjual memilih bergabung dengan penjual lainnya di satu tempat.
"Hari-hari biasa pembeli sepi makanya banyak pedagang yang tidak berjualan," ujar Rudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudi mengaku setiap akhir pekan dia bisa menjual sampai 30 botol. Omzet yang didapatkannya bisa mencapai Rp 200-300 ribu dalam satu hari. Usaha ini memang cukup menguntungkan bukan?
Tapi untuk menghasilkan gelembung sabun yang banyak, menurut Rudi tidak sembarangan. Semua tergantung kelihaian tangan si pembuat gelembung. Jika cukup mahir, satu kali celup saja bisa beberapa kali kibasan tangan dengan gelembung yang cukup banyak. Tapi jika tidak tahu tekhniknya satu kali celup hanya satu kali kibasan dengan sedikit gelembung.
"Untuk yang baru belum mahir memainkan tangan sehingga gelembungnya sedikit," ujar Rudi. Tapi lama-lama tangan akan terlatih juga.
Komposisi cairan pun sebenarnya cukup mempengaruhi banyak tidaknya gelembung. Jika bibit busa lebih banyak, maka gelembung yang dihasilkan juga akan lebih banyak. Begitupun jika cairan lebih kental gelembung akan lebih bertahan lama.
"Tapi kalau cairan yang bagus hanya kita buat untuk acara-acara tertentu saja," tutur Rudi. Rudi mencontohkan, grup bubble ini ternyata sudah terlibat dalam beberapa acara komersil. Termasuk dalam pembuatan video klip salah satu artis nasional.
(ema/ern)
