Meski waktu telah menunjukkan tengah hari, sebagian besar warga yang telah mencontreng memilih tetap di TPS daripada pulang ke rumah. Banyak alasan yang disiapkan panitia agar mereka mau menunggu, di ataranya kuis berhadiah.
"Ada 30 hadiah yang diberikan panitia. Isinya kecil-kecilan," ujar Nana Setiadi Kusuma Ketua PPS TPS 3 kepada detikbandung, Rabu (8/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil menunggu warga yang belum mencontreng, panitia pun menyuguhkan pertunjukkan pencak silat yang didemonstrasikan oleh dua warga. Spontan warga lain pun menyawer kedua pesilat.
"Ini adalah ide dari pemuda di sini, munculnya juga spontan tadi malam," lanjut Nana.
Urusan perut juga tidak dilupakan. Tersedia makanan-minuman Sunda seperti pisang kukus, limus, bajigur juga kacang rebus.
Dari 213 DPT, sampai pukul 11.00 WIB, jumlah pemilih yang telah mencontreng mencapai 90 persen. "Bahkan surat suara pun tidak ada yang kurang," tambah Nana.
TPS 3 ini menggunakan tenda, di lengkapi dekorasi pintu masuk dengan tulisan "wilujeng sumping" dengan ornamen dari rumbia. Demikian juga pintu keluar setelah bilik suara yang dibuatkan dari rumbia.
Dana pesta ini selain menggunakan dana dari KPU sebesar Rp 350 ribu, ada juga dari donatur. Selain itu pemilik tenda yang juga warga sekitar, memberikan setengah harga. "Untungnya ada warga yang inisitaif dan kreatif membuat ini," tandas Nana.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (lom/lom)











































