Dua pasien pasangan suami istri yang diduga mengidap flu H1N1 atau biasa disebut flu babi tidak ikut mencontreng dalam pilpres. Tak hanya mereka banyak pasien RSHS lainnya tidak ikut memilih.
"Mereka nggak nyontreng karena nggak bawa formulir A7 yang merupakan syarat bagi pemilih yang akan pindah lokasi pencontrengan," ujar Bambang, salah seorang petugas TPS 35.
Menurut Bambang, selain dua pasien suspect flu babi, banyak pasien lainnya yang tidak mencontreng karena permasalahan yang sama. Jika dalam satu kamar ada lima pasien, mungkin hanya satu pasien yang mencontreng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikbandung Bambang bersama dua rekannyaย menggunakan baju batik lengan panjang. Masing-masing membawa kardus berisi surat suara yang diikatkan kepada tubuhnya dengan memakai tali rapia. Mereka ditemani dua orang satpam membawa kardus yang sudah dilapisi kertas putih, berfungsi sebagai kotak suara.
Para petugas tersebut menyisir setiap ruangan termasuk ruangan Anggrek, Dahlia dan ruangan penyakit dalam. Mereka tidak hanya bertugas untuk mewadahi suara pasien, tapi juga untuk dokter dan suster yang berjaga.
Sebelum melakukan pencontrengan para petugas meminta KTP dan formulir A7 terlebih dahulu. Saat mencontreng, pasien menutupi tubuhnya dengan selimut yang berfungsi sebagai bilik suara. Sampai saat ini proses pencontrengan masih berlangsung.
(ema/ern)










































