Demikian dituturkan oleh Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Jabar Sonny D Setiadji. Menurutnya iklan Pilpres meningkat secara merata, baik di media cetak, media elektronik, maupun bilboard.
"Nilai transaksi ketiga kandidat lebih tinggi dibandingkan dengan pemilu legislatif. Namun sedikit sekali yang masuk ke kita," paparnya, Senin (6/7/2009) petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami lihat, karena ini menyangkut pencitraan skala nasional, maka desain iklan sendiri semuanya dibuat di Jakarta. Otomatis, kecenderungan biro iklan yang ditunjuk pun asal Jakarta juga meski iklan dipasang di Jabar," paparnya.
Situasi ini berbeda saat Pilkada dan Pileg beberapa waktu lalu. Tim suksesnya umumnya berlokasi di Bandung, sehingga biro iklan yang ditunjuk pun berasal dari kota itu pula.
"Saat ini kita tidak mau sembarangan menerima order dari tim sukses, apalagi tiap pasangan kan diusung oleh berbagai parpol yang justru makin sulit diidentifikasi. Belajar dari pengalaman kemarin (pilkada dan pileg)," katanya.
Karenanya, Sonny menambahkan, anggotanya justru lebih merasakan peningkatan pendapatan pada Pemilu Pilkada Jabar 2008 dan Pemilu Legislatif lalu, baik dari perusahaan media agency maupun creative agent.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/lom)










































