Setiap Hujan Lebat, Warga Saritem Was-was

3 Bulan Pasca Masjid Ambles

Setiap Hujan Lebat, Warga Saritem Was-was

- detikNews
Jumat, 03 Jul 2009 11:52 WIB
Bandung - Setelah tiga bulan pasca amblesnya masjid dan kantor RW yang berada di atas sungai Citepus kawasan Saritem, 8 April 2009 lalu, hingga kini pembenahan bantaran sungai belum selesai 100 persen. Warga di sekitar bantaran sungai mengaku was-was setiap kali hujan lebat, khawatir terjadi longsor kembali.

"Kalau hujan besar, kita suka khawatir kalau ada longsor susulan," ujar Yeni Rohaeni (27), warga Gang Adibrata RT 6 RW 9 Kelurahan Kebon Jeruk, saat ditemui di kediamannya, Jumat (3/7/2009).

Menurutnya setiap kali hujan lebat, dia dan sekeluarga sudah beres-beres untuk siap ngungsi. Rumah Yeni tepat berada di samping masjid yang roboh.

Senada dengan Yeni, Slamet Riyadi (45), yang rumahnya berada si samping rumah Yeni, selain khawatir ada longsor susulan ketika hujan lebat, dia juga khawatir anak-anak kecil yang kerap bermain di bantaran sungai.

"Dulu enggak khawatir karena ada tembok penghalang sungai, kalau sekarang enggak ada karena terbawa runtuhan bangunan," ujarnya yang pada saat kejadian, dia dan keluarganya sempat mengungsi.

Sementara itu Meli (37), mengaku masih merasakan getaran jika hujan lebat turun. "Kalau hujan besar ada getaran, yah masih takut saja kaya kemarin-kemarin," ujarnya.

Pantauan detikbandung, sisa longsoran masih terlihat. Ratusan karung berisi berangkal ditumpuk untuk menghalau agar tanah tak bergerak saat air sungai tinggi. Hingga kini di Bandung masih seringkali diguyur hujan lebat.

"Karung-karung itu inisiatif warga. Kalau dari pemerintah hanya evakuasi puing dan survey saja. Katanya belum ada anggaran," ujar Ketua RW 09, Masnu.

8 April lalu, dini hari tiba-tiba masjid di atas bantaran sungai Citepus ambles dan membuat bangunan kantor RW di sebelahnya ikut ambruk.

(ern/ern)


Berita Terkait