Patung Badak Putih yang berada di area Taman Balai Kota Bandung saat ini dalam kondisi tidak terawat. Menurut Latief, selaku Pengelola Urusan Tata Usaha Bagian Umum dan Perlengkapan, pihaknya selalu melakukan perawatan pada patung tersebut.
"Selama ini kita suka bersihkan patung oleh cleaning service, juga ada pengecekan mesin-mesin air mancurnya juga," jelas Latief ditemui detikbandung, di ruang kerja Bagiam Umum Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kamis (2/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut keterangannya di Balai Kota sendiri punya dua buah patung, yaitu patung Burung dan patung Badak. "Disini ada dua patung, patung burung yang di taman tengah, satu lagi patung badak," ujarnya.
Biaya pemeliharaan patung tersebut berasal dari APBD Kota Bandung. Namun Latief mengaku tidak tahu pasti berapa jumlah dana tersebut. "Kalau besarnya saya tidak tahu, tergantung perawatannya, tidak pasti," kata Latief.
Mengenai sejarah dan asal mula patung tersebut Latief tidak mengetahui. Dia mengatakan Bagian Umum hanya sebagai pemelihara saja. "Kalau sejarah saya tidak tahu, tapi yang pasti sejak tahun 1970, saya masih kecil patung itu sudah ada," ungkapnya.
Menurut pantaun detikbandung, kondisi patung badak bercat putih kini kotor dan seperti tidak terawat. Kolam yang berada di bawah patung tersebut airnya berwarna hijau dan banyak sampah. Sebagian kolam juga sudah mengering, dan air mancur yang disebutkan Latief, kini tidak. Di pinggiran kolam dipakai tempat duduk para pengunjung yang datang ke Balai Kota.
(avi/ern)










































