"Tanda-tanda mereka akan curang sudah ada sejak hari pertama ujian. Peserta memang tidak diperkenankan membawa HP masuk ruangan. Tapi kemarin, kita biarkan mereka masuk ruangan dengan membawa HP. Kita tidak ambil pada saat itu karena khawatir mereka kabur. Selain itu, kita pakai asas praduga tak bersalah," kata Asep di Gedung Labtek V ITB, Jalan Ganesa, Kamis (2/7/2009).
Hari ini, lanjut Asep, ke-15 peserta dibiarkan menyelesaikan dulu seluruh soal ujian. Lantaran bukti indikasi kecurangan dirasa sudah mencukupi, mereka pun langsung dipanggil panitia untuk dimintai keterangan. "Mereka mengakui perbuatannya. Kami tidak akan melaporkan kasus ini kepada kepolisian," kata Asep seraya memperlihatkan dua unit HP dan handsfree yan dijadikan barang bukti kepada wartawan.
(ern/ern)











































