Berdasarkan catatan detikbandung, rata-rata okupansi hotel di weekend hanya berkisar 60-80 persen. Sedangkan weekday jauh lebih kecil, dibawah 40 persen.
Dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung Priana Wirasaputra detikbandung, masalah okupansi jangan hanya dilihat dari sisi banyaknya hotel semata. Faktor persaingan harga dan lokasi juga mempengaruhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya soal pernyataan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mengenai Kota Bandung akan terus kekurangan hotel, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kota Bandung ini mengaku sepakat dengan usulan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), beberapa waktu lalu yang menginginkan adanya kajian tentang jumlah hotel dan kamar di Bandung.
"Bagi saya soal kurang atau lebih, saya sepakat dengan usulan kawan-kawan PHRI. Yakni perlu adanya kajian tentang jumlah hotel dan kamar yang sebaiknya ada saat ini. Perlu tambah hotel atau stop pembangunan hotel," paparnya.
Sampai saat ini, imbuhnya, dirinya sudah memberikan usulan untuk melakukan kajian tersebut kepada Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Bandung. Dalam hal ini melalui Dewan Pertimbangan Ekonomi (DPE) Kota Bandung. Namun sejauh mana tindak lanjut dari usulan tersebut, Priana mengaku tidak mengetahui.
"Yang jelas sudah saya usulkan. Dan oleh mereka (DPE - red) bilang akan ditampung. Kalau saya sih inginnya langsung ditindaklanjuti. Bukan ditampung," tegasnya.
Priana mengaku, saat ini hingga tahun 2010 ada sekitar 20 hotel baru yang akan dibangun atau sedang dibangun di Kota Bandung.
(afz/ern)










































