Hal itu disampaikan salah seorang kerabat korban yang tak identitasnya diungkap, saat ditemui di kamar jenzah RS Hasan Sadikin, Jalan Rumah Sakit. Orang yang mengirimkan SMS itu menggunakan nomor korban. Memang handphone milik korban raib di kamar kontrakannya, saat dia ditemukan tewas bersimbah darah dengan balutan karpet.
"Isi SMS-nya kurang lebih gini 'Ditunggu di Baros (Cimahi-red), giliran kamu yang mati," ujarnya menirukan isi SMS itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dodi Mulyadi ditemukan tewas di kamar kontrakannya, di Gang H Sayidin RT 01 RW 02 kelurahan Babakan Asih Kecamatan Bojongloa Kaler, pukul 07.30 WIB, Rabu (1/7/2009). Saat ditemukan, Dodi berada dalam gulungan terpal dan karpet serta kepala yang dibungkus kantong plastik.
(ern/ern)











































