"Budak teh bageur...bageur," teriak Diah. Bapak korban, Ahmad (67), berusaha menenangkan Diah. Dikabarkan, keluarga korban baru saja tiba dari Cianjur. Saat ini mereka sengaja tidak diajak ke tempat Dodi ditemukan tewas. Mereka dibawa ke rumah paman korban, Rudi Setiawan (61), yang tak jauh dari lokasi kejadian.
"Tadi keluarga hanya dikabari kalau Dodi meninggal. Tidak disebut meninggal karena dibunuh. Setelah tahu menjadi korban pembunuhan,
keluarga pun menangis histeris," ujar Rudi saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (1/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudi menambahkan, korban saat ini bekerja sebagai penjual ponsel dan pulsa di kawasan Astanaanyar. "Sebelum jualan handphone, korban pernah
juga berjualan cingcau bersama kakaknya bernama Deni," ujarnya.
(bbp/ern)











































