Narkoba jenis ganja yang beredar di wilayah Jawa Barat, 80 persen dipasok dari Aceh. Sementara 20 persen sisanya, masing-masing berasal dari Bengkulu dan Palembang.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombespol Nugroho Aji Wijayanto kepada wartawan di Mapolda Jabar, Selasa (30/6/2009).
"Ganja asal Aceh sering disebut pengedar sebagai kualitas nomor satu. Sementara dari Bengkulu dan Palembang termasuk kategori kualitas nomor dua," jelas Nugroho.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan urutan berantai, kata Nugroho, jaringan ganja di Jabar itu berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Misalnya, lanjut Nugroho, barang haram dari Aceh itu bergerak ke Jakarta dengan menggunakan jalur darat. Setelah berada di Jakarta, lalu ganja-ganja ditampung di Bogor.
"Nah, dari Bogor selanjutnya disebarkan ke sejumlah wilayah di Jawa Barat. Seperti Bandung, Cikampek dan Cirebon. Alur perjalanan jaringan narkoba jenis ganja ini serupa bila ganja berasal dari Bengkulu dan Palembang," kata Nugroho.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(bbp/lom)











































