"Dari seminar nasional kemarin, yang juga merupakan bagian dari rakornas FGII, ketiga pasangan calon masih belum ada yg berpihak pada guru, sehingga kami merasa perlu untuk membuat maklumat yang berisi 8 poin itu," ujar Iwan Hermawan, Sekjen FGII, dalam acara Guru Menggugat, di Gedung Indonesia Menggugat, Selasa (30/6/2009).
Delapan poin Maklumat Guru tersebut diantaranya, penghentian komersialisasi pendidikan, pemberian hak penuh pada guru untuk menentukkan kelulusan siswa, dan mengeluarkan PP yang mengakomodir guru dan karyawan non PNS di seluruh Indonesia agar diangkat menjadi PNS.
Dikatakan Iwan, di antara tuntutan guru yang paling penting saat ini adalah penuntasan masalah UN dan juga peningkatan gaji guru, terutama guru honorer yang saat ini masih banyak yg dibawah UMR.
Dalam kesempatan itu, Iwan juga mengimbau para guru yang berada di bawah FGII agar tidak memilih capres-cawapres yang tidak memihak guru. "Jika tidak memihak guru, untuk apa dipilih, kita memerlukan pemimpin bangsa yang pro guru," ujarnya.
Meski belum ada pasangan Capres-Cawapres yang mendekati kriteria yang diharapkan FGII, Iwan menjamin pihaknya tidak kemudian beralih jadi golput. "Sekalipun belum ada, kita akan terus berusaha sampai tanggal pemilihan, sampai setidaknya ada yang mendekati. Namun pasangan siapa itu, sampai saat ini kita masih belum bisa memastikan," ungkapnya.
Jika sampai Capres-Cawapres yang terpilih nanti adalah pasangan yang tidak berpihak pada guru FGII berjanji akan terus menggugat pemerintah. "Kalau sampai ada pasangan yang tidak pro kami (guru-red) sampai terpilih, maka kami akan terus menggugat melalui jalur hukum," kata Iwan.
Usai pembacaan Maklumat Guru oleh Sekjen FGII, perwakilan guru dari 19 provinsi tersebut kemudian menandatangani maklumat tersebut.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(tya/ern)











































