Tiga Tim Sukses Beda Pandangan Soal UN

Tiga Tim Sukses Beda Pandangan Soal UN

- detikNews
Senin, 29 Jun 2009 16:59 WIB
Tiga Tim Sukses Beda Pandangan Soal UN
Bandung - Ujian Nasional (UN) masih menjadi masalah pelik dunia pendidikan Indonesia. Tim sukses para Capres-Cawapres pun mencoba menarik simpatik dengan mengeluarkan pernyataan seputar UN.

Seperti yang terjadi pada Seminar Nasional Strategi Capres & Cawapres Pilpres 2009 Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kesejahteraan Guru, Senin (29/6/2009) di Hotel Preanger. Perwakilan dari tiga tim sukses Capres-Cawapres Pilpres 2009 beradu argumen mengenai UN.

Mereka adalah Sunatra, Anggota Tim Kampanye JK-Wiranto Provinsi Jawa Barat, Adib Zein Penasehat Tim Sukses SBY-Boediono dan Heri Ahmadi Anggota Tim Kampanye Mega-Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masing-masing memiliki pendapat sendiri, Adib Zein misalnya yang mengatakan UN adalah pengukur standar kualitas pendidikan dari setiap peralihan level pendidikan tanpa merebut otoritas guru.

"Guru kan sudah diberi hak untuk melakukan penilaian sejak kelas 1 sampai 5 SD atau kelas 1-2 untuk SMP dan SMU. Untuk kelas 6 SD dan kelas 3 SMP dan SMU itu sebaiknya diserahkan ke pusat," tutur Adib.

Meski UN akan tetap dilaksanakan, Adib menjanjikan perubahan sistem UN. "Kita akan melakukan penyesuaian sistem, di antaranya penyesuaian standar nilai untuk tidak pukul rata dan menyertakan perwakilan guru dari masing-masing region dalam penyusunan soal ujian nasional," ujar Adib.

Sementara itu Sunatra selaku perwakilan JK-Win mengaku pihaknya tidak akan menghapus UN ataupun menyerahkan penilaian UN secara langsung ke para guru.

"Tidak mungkin untuk menyerahkan penilaian kelulusan seratus persen pada guru masing-masing sekolah. Sebagai solusinya kita akan menerapkan sistem evaluasi proporsional yang melibatkan Diknas pusat, Provinsi, Kota/Kabupaten dan Sekolah. Kenapa disebut proporsional, karena pembagiannya rata. Masing-masing dapat 25 persen untuk penilaian UN," ujar Sunatra.

Sementara Heri Ahmadi, selaku perwakilan Mega Pro menuturkan bahwa jika terpilih UN akan dihapuskan. "Jika Mega-Pro berhasil terpilih maka tidak akan ada lagi UN seperti sekarang, gantinya akan ada Ujian Akhir Sekolah dengan soal-soal berstandar nasional dan penilaian mutlak dilakukan masing-masing sekolah," tutur Heri.




Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(dip/lom)


Berita Terkait