Bengkel 19 Sosialiasikan Pemilu Lewat Longser

Bengkel 19 Sosialiasikan Pemilu Lewat Longser

- detikNews
Senin, 29 Jun 2009 15:29 WIB
Bengkel 19 Sosialiasikan Pemilu Lewat Longser
Bandung - Untuk menarik perhatian para lansia dan difabel, kegiatan sosialisasi dan simulasi pencontrengan Pilpres di SLB Cicendo, Senin (29/6/2009) dikemas dengan hiburan longser (kabaret sunda-red). Longser tersebut dibawakan komunitas Bengkel 19 yang merupakan tim kesenian kelompok difabel Kota Bandung.

Pantauan detikbandung, sekitar 15 orang laki-laki dan perempuan yang didominasi para difabel ini menampilkan longser dengan durasi sekitar 20 menit. Ada musik dan kabaret lucu dengan dialog bahasa sunda. Sekitar 100 penonton yang merupakan lansia dan difabel begitu antusias menonton. 

Menurut Yuyu Komariyah, Deputi B_Trust (Bandung Trust Advisory Group), sosialisasi dikemas demikian agar tidak membosankan. "Ini kan sosialisasi kepada lanjut usia dan difabel, kalau dikemas dalam art perfomance kan tidak akan membosankan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuyu menjelaskan, lonser dipilih sebagai metode sosialisasi karena bisa menggabungkan unsur informasi, pendidikan, kesenian dan hiburan dalam satu paket. Secara khusus Yuyu juga ingin mempromosikan kelompok kegiatan seni difabel, Bengkel 19.

"Penampilan Bengkel 19 di beberapa acara sosialisasi yang diadakan B_Trust itu luar biasa. Mereka tidak hanya menyampaikan informasi dan menghibur, namun juga tahu persis apa dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan khusus kelompok difabel maupun lansia," jelas Yuyu.

Koordinator Bengkel 19 Yayat Ruchyat menuturkan, Bengkel 19 merupakan gabungan orang yang telah lulus di SLB namun bingung akan melanjutkan kemana. "Kelompok 19 ini banyaknya dari penyandang cacat. Secara umum jika dilihat memang tidak sempurna tapi mereka punya bakat yang bisa ditonjolkan," tuturnya.

Bengkel 19 berdiri sekitar 3 tahun lalu sekitar ini dikatakan Yayat mencoba menyampaikan aspirasi mereka dengan tidak melalui demo tapi melalui seni sastra, taeter, musikal, dan lain-lain.

Yayat juga menambahkan Bengkel 19 ini berdiri sendiri tanpa biaya dari pemerintah. "Untuk dana, kita swadaya sendiri. Kita tidak mengajukan proposal kepada pemeintah, karena kita tahu pemerintah itu seperti apa. Jadi daripada kita mengharapkan yang tidak pasti, kami lebih baik berdiri sendiri secara swadaya," ujarnya.




Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (tya/lom)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini