Pantauan detikbandung, sekitar 15 orang laki-laki dan perempuan yang didominasi para difabel ini menampilkan longser dengan durasi sekitar 20 menit. Ada musik dan kabaret lucu dengan dialog bahasa sunda. Sekitar 100 penonton yang merupakan lansia dan difabel begitu antusias menonton.
Menurut Yuyu Komariyah, Deputi B_Trust (Bandung Trust Advisory Group), sosialisasi dikemas demikian agar tidak membosankan. "Ini kan sosialisasi kepada lanjut usia dan difabel, kalau dikemas dalam art perfomance kan tidak akan membosankan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penampilan Bengkel 19 di beberapa acara sosialisasi yang diadakan B_Trust itu luar biasa. Mereka tidak hanya menyampaikan informasi dan menghibur, namun juga tahu persis apa dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan khusus kelompok difabel maupun lansia," jelas Yuyu.
Koordinator Bengkel 19 Yayat Ruchyat menuturkan, Bengkel 19 merupakan gabungan orang yang telah lulus di SLB namun bingung akan melanjutkan kemana. "Kelompok 19 ini banyaknya dari penyandang cacat. Secara umum jika dilihat memang tidak sempurna tapi mereka punya bakat yang bisa ditonjolkan," tuturnya.
Bengkel 19 berdiri sekitar 3 tahun lalu sekitar ini dikatakan Yayat mencoba menyampaikan aspirasi mereka dengan tidak melalui demo tapi melalui seni sastra, taeter, musikal, dan lain-lain.
Yayat juga menambahkan Bengkel 19 ini berdiri sendiri tanpa biaya dari pemerintah. "Untuk dana, kita swadaya sendiri. Kita tidak mengajukan proposal kepada pemeintah, karena kita tahu pemerintah itu seperti apa. Jadi daripada kita mengharapkan yang tidak pasti, kami lebih baik berdiri sendiri secara swadaya," ujarnya.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung. (tya/lom)










































