'TNI Kok Bisnis Sampah?'

'TNI Kok Bisnis Sampah?'

- detikNews
Senin, 29 Jun 2009 13:26 WIB
TNI Kok Bisnis Sampah?
Bandung - Enam orang mengenakan masker anti polusi gelar aksi unjukrasa di depan gerbang Gedung Sate, Senin (29/6/2009). Mereka menuntut pembatalan rencana Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuka Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di area Pusat Pendidikan Kopassus, Batujajar dan mengusung spanduk bertuliskan "TNI Kok Bisnis Sampah?".

Menurut Direktur Eksekutif Walhi Jabar Muhammad Hendarsyah, pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat dan juga TNI tengah gencar membahas relokasi TPS Sarimukti yang akan habis masa kontraknya 2010 mendatang.

"Keberadaan TPST nantinya akan mengancam bukan saja kesehatan tapi juga aktifitas ekonomi masyarakat di sana. Rencana keberadaan sampah yang tidak jauh dari warga dan waduk Saguling akan membuat berbagai persoalan yang merugikan warga di sana," kata Hendarsyah yang akrab disapa Ogi, di sela aksinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek yang tepatnya berada di Kampung Banusari Kecamatan Batujajar, dikatakan Ogi, mendapat kecaman dari lima kampung yang letaknya tidak jauh dari pemukiman warga. Kampung tersebut di antaranya, Kampung Pangawuban, Cangkora, dan Banusari.

"Rencananya TPST akan berdiri di atas lahan 70 hektar, kami indikasikan TNI bermain dalam rencana pembangunan TPST ini karena jelas berada di lahan TNI," kata Ogi.

Demostran datang dengan menggunakan masker sebagai tanda polusi sampah yang berasal dari timbunan sampah berada di TPST Batujajar. Mereka juga membawa spanduk tertuliskan 'TNI Kok Bisnis Sampah? Bikin resah warga Batujajar'.

Dalam aksi ini, tidak ada satu pun polisi yang terlihat menjaga.




Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ahy/lom)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads