Disperindag Jabar Dirikan Rumah Kemasan

Disperindag Jabar Dirikan Rumah Kemasan

- detikNews
Jumat, 26 Jun 2009 13:25 WIB
Disperindag Jabar Dirikan Rumah Kemasan
Bandung - Minimnya kesadaran pengusaha produk makanan akan pentingnya kemasan, mendorong Disperindag Jabar untuk mendirikan Rumah Kemasan, sebagai suatu badan yang menangani kemasan pangan dengan memberikan jasa konsultasi, pelatihan, desain kemasan, dan sistem produksi.

Harry Anugrah, Asisten Manajer Desain Rumah Kemasan yang ditemui detikbandung di Festival Makanan Tradisional Jabar di Ciwalk, Jalan Cihampelas, Jumat (26/6/2009), menuturkan banyak pengusana produk makanan yang masih membuat kemasan secara asal-asalan.

"Ini tentunya merugikan konsumen, karena bisa jadi mereka menggunakan bahan-bahan yang tidak aman buat makanan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mencontohkan penggunaan penggunaan streaples atau hekter (kokot-red) pada kemasan dan juga sablon pada plastik makanan. "Penggunaan hekter dan sablon pada plastik kemasan dilarang oleh pemerintah, karena buukan tidak mungkin hekter dalam kemasan dibuka sama anak-anak dan masuk ke dalam makanan. Trus sablon pada kemasan, sangat mungkin sablon menyerap masuk ke makanan atau menempel ke tangan saat konsumen memegang kemasan," jelasnya panjang lebar.

Menurut Hari, kemasan yang baik harus memenuhi delapan elemen standar produk makanan. "Delapan elemen kemasan itu adalah merek, nama, cap halal MUI, izin dari Dinkes dan BPOM, komposisi produk, tanggal kadaluarsa, serta nama dan alamat produsen juga berat bersih produk," terangnya.

Seiring perkemangan, lanjutnya, produsen makanan bisa menambahkan elemen lain untuk meningkatkan penjualan produk makanannya. "Bisa saja  produsen mencantumkan sensasi cita rasa seperti kentang balado renyah atau susu kedelai menyehatkan," ujarnya mencontohkan.

Hari menambahkan Rumah Kemasan yang alamat kantornya ada di Gedebage, telah melayani ratusan merek dagfang dari IKM di Jabar. Rumah Kemasan merupakan pilot project untuk pentingnya kemasan baik bagi produsen dan konsumen.

Tahun 2008, sekitar 200 IKM mendapatkan pelatihan dari Rumah Kemasan. "Tahun ini kami menargetkan sekitar 300 IKM," katanya
(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads