Harry Anugrah, Asisten Manajer Desain Rumah Kemasan yang ditemui detikbandung di Festival Makanan Tradisional Jabar di Ciwalk, Jalan Cihampelas, Jumat (26/6/2009), menuturkan banyak pengusana produk makanan yang masih membuat kemasan secara asal-asalan.
"Ini tentunya merugikan konsumen, karena bisa jadi mereka menggunakan bahan-bahan yang tidak aman buat makanan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hari, kemasan yang baik harus memenuhi delapan elemen standar produk makanan. "Delapan elemen kemasan itu adalah merek, nama, cap halal MUI, izin dari Dinkes dan BPOM, komposisi produk, tanggal kadaluarsa, serta nama dan alamat produsen juga berat bersih produk," terangnya.
Seiring perkemangan, lanjutnya, produsen makanan bisa menambahkan elemen lain untuk meningkatkan penjualan produk makanannya. "Bisa saja produsen mencantumkan sensasi cita rasa seperti kentang balado renyah atau susu kedelai menyehatkan," ujarnya mencontohkan.
Hari menambahkan Rumah Kemasan yang alamat kantornya ada di Gedebage, telah melayani ratusan merek dagfang dari IKM di Jabar. Rumah Kemasan merupakan pilot project untuk pentingnya kemasan baik bagi produsen dan konsumen.
Tahun 2008, sekitar 200 IKM mendapatkan pelatihan dari Rumah Kemasan. "Tahun ini kami menargetkan sekitar 300 IKM," katanya
(ern/ern)











































