Grafiti Frankestein tersebut dibuat oleh salah seorang bomber, M.Ramzi (19). Kepada detikbandung Ramzi menuturkan bahwa ia diberitahu panitia secara mendadak untuk membuat grafiti JK-Wiranto.
"Wah kemarin saya ditelpon panitia acara untuk nge-bomb disini, mendadak banget, jadi agak keburu-buru juga," tutur Ramzi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ramzi yang biasanya membuat grafitti di distro dan kamar teman-temannya mengaku bangga bisa membuat grafitti untuk JK dan Wiranto. "Yah sebagai pemilih muda yang belum pernah nyoblos, saya tentu bangga bisa menyumbang karya untuk capres-cawapres nomor 3," tuturnya.
Pendapat senada juga diutarakan oleh Fakhri Rizqi (20). Bomber yang sudah pernah membuat 30 grafitti sejak tahun 2006 ini mengaku termotivasi oleh kompensasi yang disediakan panitia yaitu uang dan aerosol gratis yang digunakan saat acara.
"Ya, jujur aja seneng sih ada capres-cawapres yang peduli anak muda. Apalagi ada musik-musik cadas gini. Sudah gitu aerosolnya gratis dan katanya sih ada bayarannya," tutur Fakhri malu-malu.
Fakhri yang membuat grafiti dengan konsep lettering JK-WIN ini juga mengaku membuat konsepnya secara mendadak. "Yah bisa disebut ini semi freestyle. Bebas tapi terkonseplah, konsepnya ya JK-Win itu," seloroh Fakhri.
Ada juga yang membuat grafiti dengan konsep karikatur. Seperti yang dilakukan oleh Daniel(22). Seniman grafiti ini menggabungkan lettering JK-Win dan karikatur JK. "Soalnya mendadak ada request dari panitia supaya jangan huruf doang, akhirnya kita putar otak dan pake stensilan buat bikin karakter JK-nya," tutur Fakhri.
Namun sekalipun sudah diajak terlibat secara langsung, ketiga bomber ini masih belum yakin akan memilih JK-Win atau tidak. "Kalau harus jujur sih ya bingung juga, apalagi sebelumnya belum pernah milih. Tapi kalau lihat sekarang sih kayaknya JK-Win oke juga. Kayaknya cuma JK yang memberi perhatian pada generasi muda seperti ini," tutur Fakhri yang diamini kedua rekannya. (dip/ema)











































