Demikian diungkapkan oleh Ketua Divisi Robotika Unikom, Yusrila Y Kerlooza saat berbincang dengan detikbandung, Selasa (23/6/2009)
"Kriteria KRCI jauh lebih sulit. Karena dari awal peraturan langsung susah. Seperti sudah ada paku atau ada polisi tidur di lintasan. Saat di KRCI ini dibuat wajib, namun di sana (International Robo Games - red) tidak wajib," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Justru karena itu kita jauh lebih siap daripada tim yang lain," ujar dosen berambut gondrong ini sumringah.
Dalam kontes bergengsi tersebut, Indonesia diwakili oleh tim dari Unikom yang terdiri dari Dr Aelina Surya (Purek III sebagai Ketua Tim), Dr Hj Ria Ratna Ariawati (Purek I), Yusrila Y Kerlooza (Ketua Divisi Robotika), Rudi Hartono (mahasiswa), dan Stevanus Akbar Alexander (mahasiswa).
Robot DU-114 meraih waktu tercepat dalam mencari sumber api dan memadamkannya dengan semprotan air secara otomatis. Sedangkan Robot NEXT-116 belum memperoleh medali. Meski demikian, Robot NEXT-116 ini merupakan satu-satunya robot yang menggunakan 8 kaki sebagai alat gerak (walking robot) yang ikut bertanding dalam kategori Open Fire Fighting Autonomous Robot tersebut. Sedangkan robot-robot lainnya menggunakan roda/rantai sebagai alat gerak sehingga NEXT-116 disebut juri sebagai karya robot yang spektakuler untuk kategori tersebut.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(afz/tya)











































