Hal itu dikatakan oleh Kepala Instalasi IGD dr Monti Sumitro saat menggelar jumpa pers di ruang rapat RSHS, Jalan Pasteur, Senin (22/6/2009).
"Untuk pengantar pasien IGD yang bisa masuk ruang instalasi satu orang, selebihnya menunggu di luar ruangan," kata Monti.
Selama ini, imbuh Monti, tidak ada pembatasan pengantar bagi pasien yang masuk ruang tindak IGD. Hal itu pula yang membuat penanganan pasien tidak maksimal. "Kebayang kalau ada 1 pasien IGD yang diantar oleh 3 pengantar dan semuanya masuk ke ruang penanganan, kalikan saja dengan jumlah pasien IGD yang seharinya menerima lebih kurang 58 pasien," kata Monti.
"Supaya tidak bergerombol," tambahnya.
Sementara itu ditemui ditempat berbeda Kepala Instalasi Rawat Jalan Hikmat Permana menyanggah penumpukan penunggu pasien di lantai dua RSHS, lantai instalasi ICU tersebut hanya berasal dari keluarga pasien IGD. "Bukan hanya dari IGD, tapi juga keluarga dari pasien rawat inap lainnya," jelas Hikmat.
"Ini juga terkait permasalahan sosial, contohnya pasien atau keluarga yang rumahnya jauh dan tidak punya ongkos pulang dan terpaksa berdiam di ruang itu," sambung Hikmat.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(ahy/tya)











































